Saturday, 23 May 2015

5 Kriteria Desain Logo Yang Baik







Assalamualaikum Sobat Wandani,,
WANDANI | Tips & Tricks - Pada blog post kali ini, Wandani akan mencoba menjelaskan dengan lebih rinci, kriteria apa yang harus dimiliki sebuah karya desain logo, agar dapat dinilai baik. (Dikutip dari berbagai sumber)
Desain logo yang baik harus memiliki ciri khas yang kuat, mengandung pesan yang tepat, mudah diaplikasikan, memiliki grafis yang menarik perhatian, bentuk yang sederhana, serta dapat menjangkau target yang telah ditetapkan. Untuk itu, sebuah desain logo haruslah dibuat dengan mengacu pada lima prinsip utama berikut ini:
1. Kesederhanaan
Mengapa “kesederhanaan” sangat penting, bahkan saya letakkan pada poin pertama? Sebab, dengan mendesain logo secara sederhana, maka logo akan lebih mudah dikenali, lebih mudah diaplikasikan dalam berbagai medium, dan tak mudah dilupakan. Itulah sebabnya, di kalangan desainer, termasuk desainer logo, dikenal prinsip KISS – Keep It Simple, Stupid. Prinsip tersebut menekankan pentingnya kesederhanaan dalam mendesain logo, agar logo lebih berkesan dan dapat menyampaikan pesan dengan lebih efektif.
Selain itu, mengingat bahwa logo merupakan identitas perusahaan di mata publik, desain logo yang sederhana akan lebih mudah dikenali, meskipun hanya dengan sekilas melihat billboard saat sedang melaju di jalan raya, sedang sibuk memilah-milih aneka produk di pusat perbelanjaan, ataupun sedang membolak-balik halaman majalah dan menggonta-ganti saluran televisi.
2. Kesan yang mendalam
Mengekor ketat di belakang kesederhaan adalah kesan yang mendalam. Desain logo yang efektif haruslah mudah diingat, dan hal ini dapat dicapai dengan memiliki logo yang mengandung pesan yang sesuai.
3. Keabadian
Desain logo yang baik haruslah abadi dan tidak dimakan usia. Jadi, sebelum kamu memutuskan sebuah desain logo, coba tanyakan dulu, apakah desain logo tersebut masih efektif pada 10, 20, bahkan 50 tahun mendatang.
Ingatlah bahwa desain logo tidak sama dengan industri fashion, di mana tren terus datang dan pergi. Identitas merek haruslah berumur panjang, dan tetap menonjolkan ciri khas yang sama hingga beberapa dekade mendatang.
Salah satu contoh desain logo abadi adalah Coca Cola. Dibandingkan dengan head-to-head competitornya, Pepsi Cola, Coca Cola lebih mampu mempertahankan identitas mereknya. Tidak percaya, coba saja Sobat bandingkan desain logo Pepsi Cola dan Coca Cola di bawah ini. Perhatikan bagaimana logo Coca Cola tidak mengalami perubahan berarti sejak tahun 1885. Ya, itulah yang Wandani maksud dengan desain yang abadi. Desain yang abadi adalah salah satu kriteria desain logo yang baik.
4. Kemudahan aplikasi
Logo yang efektif harus mampu menonjol di berbagai media dan aplikasi. Logo harus fungsional. Untuk alasan ini, logo harus dirancang dalam format vektor, untuk memastikan bahwa logo dapat diubah ukurannya dengan skala berapa pun. Logo pun sebaiknya harus dapat bekerja dalam format horizontal maupun vertikal.
Sebagai bahan acuan, sebelum memilih sebuah desain logo, coba tanyakan apakah desain logo yang Anda dapatkan:

  • dicetak di atas permukaan terang maupun gelap?
  • tetap terlihat menonjol meski berwarna hitam-putih atau tidak berwarna?
  • dicetak di atas medium lain selain kertas, misalnya di atas kain, disematkan pada desain topi, dsb?
  • dicetak dengan ukuran yang sangat kecil, seperti perangko?
  • sebaliknya, dicetak dengan ukuran yang sangat besar, seperti billboad?
Untuk memenuhi semua persyaratan di atas, dianjurkan logo didesain secara hitam-putih saja pada awalnya. Hal ini membuat fokus logo berada pada konsep dan bentuk, bukan pada sifat subjektif warna. Selain itu, karena logo akan digunakan untuk jangka waktu yang sangat lama, perhatikan juga biaya cetak, karena jika desain logo terlalu kompleks, biasanya akan membutuhkan biaya cetak yang lebih tinggi. Hal ini, pada jangka panjang, akan berimbas cukup besar bagi perkembangan bisnis Kamu.

Di samping itu, sebagai klien, Anda pun sebaiknya mengetahui perbedaan antara sistem warna CMYK, Pantone dan RGB. Ketika merancang logo, sistem warna Pantone lebih dianjurkan.
5. Ketepatan sasaran
Desain logo yang baik harus sesuai dengan tujuan yang ingin disampaikan oleh pemiliknya. Sebagai contoh, jika Anda merancang sebuah logo untuk toko mainan anak-anak, maka akan lebih tepat untuk menggunakan font yang kekanak-kanakan & skema warna yang ceria. Sebaliknya, jangan melakukan ini jika Anda merancang logo untuk sebuah firma hukum.
Yang juga penting untuk diingat adalah bahwa logo tidak perlu selalu menunjukkan produk atau layanan yang dijual atau ditawarkan pemiliknya. Misalnya, logo untuk sebuah merek mobil tidak perlu menunjukkan mobil, logo untuk sebuah merek komputer tidak perlu menunjukkan komputer, dst. Harley Davidson, misalnya. Meski produk utamanya adalah motor, namun kamu tidak akan menemukan gambar motor pada logonya. Nokia pun demikian, tidak menampilkan ponsel, yang merupakan produk unggulannya. Jadi, logo murni berfungsi sebagai alat identifikasi.
Buatlahlah logo anda sebaik mungkin, dan pada desainer yang profesional, jangan sampai logo anda berhenti di tengah jalan, Jika anda buth desain logo yang baik anda bisa hubungi Wandani design melalui Contact yang tertera di halaman blog
Salam
Team Wandani Design

Advertiser